Minggu, 20 Mei 2012

Sebuah Langkah Awal, Bagiku.....


Emm, sudah lama ga nulis blog,, kasihan juga lama g q buka, jadilah blog yang tak terjamah dan tak terurus oleh pemiliknya hhheee,, pinjem bahasa kang puji sudah terlupakan teraniaya lagi hhhaaaaaa 

Yah untuk mengisi beberapa kekosongan mending kita berbagi cerita ja yah.. mulai dari mana??
 Beberapa bulan  ini sungguh diluar dugaan ,dari desember sampai dengan april kemarin aku ikut program  intensif khusus dari sebuah lemabga di yogyakarta. Ni program sistemnya kita ngajar sekali tatap muka dengan siswa klas 3 yang sedang menghadapi UN kita datng ke SMA mereka masiing2. 

Pertama kali dapat tugas di SMK 1 Jombang, wow deg2 kan sih, kan ini pengalaman pertama ku??? Hemm tp saat melakukan semuanya berjalan dengan lancar dan menurutku sukseslah, diliat dari keseluruhan,, hhheee bravo g ada persiapan lagi,,  insus selanjutnya ke cirebon trus berlanjut ke ciamis, yah semi maraton asiek disini di SMK mundu yang notabene nya cowo semua asikk, jadi ratu sehari hhhaaaaa hari ke dua jg menyenangkan jadi seneng deh,, kecanduan buat ngajr lagi,, abis enak plus dapet temen2 baru juga kan???.. 4 februari berangkat ke indramayu seru2 ma temen2 banyak canda dan tawa ,,heemm banyak ilmu juga gmn enggak??  Selain ngobrol ngalor ngidul g jelas kita juga ada diskusi ngomongin segitiga bermuda , dimensi, PR dll , hemm, suka sama temen2 semua..... 18 februari brangkat ke blitar hampir sam dg perjalanan sebelumya tp kali ini lebh ada sedikit tambahan beban buat nyelesaikan angket,, kata mb haning ,,njet angketmu masehh kurang banyak  bangetttttt... hhheee iya mb, sabar to???wkekekeeeeeee

Perjalana selanjutnya dapat deket, sukoharjo wew, hemm laju,kesal aku dapat laju gmn ngak??? Pagi2 udah ribet mandi, kekantor dst nya,bikin pusing kpala , udah bawaan males jd ngajarnya jg g terlalu ,,emm, akibat e angketku turun ,,jadi B hhaaaaaaa semangat yah njet... yuhuuuuu
3 maret 2012 ikut insus ke jember wow... asiek sih asik temen2 seperjalanan enak tp pulang e mpe jogja jam 10 pagi,,busyett,, hancur kabeh schedule ku wuusss mau kesal ma sapa kalo giini ??? huummmm........ tp gpp. Dijember anak e asik2,,seharian ktawa2 g jelas,,, kangen aku ma mereka semua ,,miiss you all....
22 maret aku ketuban selalu mengesankan,, tanggal 31nya q dapet kudus well sungguh tak terkatakan .....selalu senang

Dan insus terakhir q kepurbalingga welll.jadi ratu sehari disini hheee abis cowo semua sih.. 4 sesi lagi... hhaaaaaa trus sakit q pulang e,.. totl ad 10 kali perjalannan ,, semua punya makna yang berbeda mendapatkan banyak hal yang berharga..

Bagiku....
Mengajar adalah memberi
Mengajar adalah  berbagi
Mengajar adalah menginspirasi.....

Ada banyak hal yg kudapatkan,,,,,sebuah proses untuk menjadi dewasa....

Pribadiku sendiri yang akan menentukan kelak.... ya!!! ini adalah tahapp prosesku. Tak perlu aku mengeluarkan mendung diantara langit-langit dadaku,

Berjuanglah njet...
Cinta bisa menangkan segalanya khususnya rasa takut....
Itu adalah keping kecil kehidupanku...

Oh ya q terpilih buat menanggung amanah jadi sekertaris umum badan koordinasi tka-tpa rayon kecamatan banguntapan,,, insyallah akan kujalankan dengan kesungguhan hati. Bismillah semoga menjadi amal kebaikan untuk kita semua amien. 

Oh ya q juga mulai aktif di NA lagi...hemm, menikmatinya,, ada kegalauan dihatiku..kenapa?? whay?? Aku takut, aku takut aku tak bisa menggapainya, 

Aku masih ingat benar, 4 tahun yang lalu saat kau berdiri disana aku ingin menjadi sepertimu, sangat ingin sepertimu, sungguh aku sangat mengangumimu sangat ingin menjadi sepertimu,, cantik luar dalam, tp sekarang saat aku berdiri dipanggung yang sama denganmu, jangankan menjadi lebih darimu, untuk menjadi seimbang denganmu saja adalah hal yang mustahil bagiku, Kau begitu sempurna dimataku,   seorang wanita muslimah cantik luar dalam ....

Ini adalah sebuah proses bagiku menajdi dewasa,  

Aku mulai lagii pencarian diriku dari awal, hemm, berusaha menemukan diriku?? Who I’am????? Jika kita berteman dengan pedagang minyak wangi maka akan kecipratan wanginya..begitu juga jika aku ingin menjadi wanita muslimah maka aku pun harus berkumpul, berjalan berdampingan dengan mereka yang muslimah,, berkupul bertukar pikiran dengan orang2 yang aku ingin kepribadianku seperti mereka,, 

Njety berjuang ya...... njety pasti bisa
semangat....

Kamis, 24 Februari 2011

IKATAN MAHASISWA BANTUL ,terobosan kedepan

Ikatan Mahasiswa Bantul ato lebih dikenal denagn nama IMABA adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang berada di bantul yogyakarta, sebuah organisasi praktis yang lahir  tgl 24 Oktober 2009 denagn  pandangan politik  Demokrasi yaitu  sebuah sistem sosial politik modern yang paling baik dari sekian banyak sistem maupun ideologi yg ada dewasa ini. masih mudanya IMABA tak menjadikannya kecil... tp hal itu menjadikan imaba terus berkembang mulai merangkak dari bawah keatas . mencoba menjadi penganyom bagi masyarakat kecil menemukan hubungan antara rakyat pemerintah serta pengusaha di bantul ini. IMABA berpihak pada kepentingan masyarakat khsusnya rakyat kecil yang selama i ni terlupakan dan dingat hanya saat mereka 'dibutuhkan" pada saat2 tertentu. IMABA lahir atas rasa kerisauhan di hati para mahasiswa bantul yang rindu akan keadilan rindu akan kemajuan rindu akan kebebasan ...
betapa ironinya negeri ini .. negeri yang katanya loh jinawi.. suket godong dadi pari permai nan indah subur makamur..ketika pemimpin saling hantam menghantam demi kepentungan sebagian orang  masih banyak rakyat yang tertindas masih banyak kemiskinann dimanakah rasa keadilan itu dimanakah perjuangan itu????  akankah kiat hanya menjadi bangsa yang besar penduduknya tp kerdil nyali dan jiwanya???.
itu menjadi PR bagikita hal itu menjadi tangung jawab kita bersama...
6 januari 2011 dengan semangat yang mengebu-ngebu dari kawan-kawan seperjuangan, IMABA melaksanakan MUBES IMABA 2 bertempat di bantull terrace.. dengan hasil penguatan pembenahan rencana kedepan IMABA serta pembentukan pengurus yang akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipikul...

Minggu, 28 November 2010

Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University: “Stay Hungry. Stay Foolish”

Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University
Teks ini adalah pidato pada acara pemberian ijazah yang disampaikan oleh Steve Jobs, CEO dari Apple Computer dan Studio Animasi Pixar, 12 Juni 2005 di Stanford University.

Rabu, 09 September 2009
Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.

Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun dijanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena mereka menginginkan bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja”. Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya --yang hanya pegawai rendahan-- habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:

Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendesain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.

Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.


Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami --Macintosh-- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama, semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -- saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali -- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar tumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.

Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.


Cerita Ketiga Saya: Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu --semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-- tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu. Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma -- yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama "The Whole Earth Catalog", yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.

Stay Hungry. Stay Foolish.

Kamis, 25 November 2010

yang kurasakan

Ketika aku melihat aku merasakn ,,,,,
Ketika aku merasakan aku tergugah,,,
Ketika aku tergugah aku melakukan ,,,
Ketika aku melakukan aku focus,,,,
Ketika aku focus AKU MENANG,,,
Ketika aku menang ,,,,,
AKU BANGGA AKAN DIRIKU,,,,
DIRIKU YANG BARU………..

Hari Guru Nasional 2010

"Sesungguhnya Allah, Malaikat-Nya serta penduduk langit dan bumi bahkan semut yang ada di dalam sarangnya sampai ikan paus, mereka akan mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia." (H.R Tirmidzi) "
Selamat Hari Guru Nasional 2010
Semoga Alloh membalas dengan kebaikan dari Ilmu yang diberikan...